Senin, 05 Januari 2026

Pengertian, kegunaan Serta Dosis Obat Profecom

 Profecom adalah nama obat yang mengandung ketoprofen, yaitu obat dari golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) yang berfungsi sebagai anti-inflamasi (anti-radang), analgesik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam)

📌 Informasi Utama tentang Profecom

Nama umum: Ketoprofen
Golongan: Obat keras (harus dengan resep dokter)
Kelas terapi: Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
Bentuk sediaan di Indonesia umumnya: Suppositoria 100 mg (rectal) 

🩹 Manfaat / Kegunaan

Profecom digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri akibat kondisi seperti:
✔ Osteoarthritis (nyeri sendi degeneratif)
✔ Rheumatoid arthritis (radang sendi)
✔ Ankylosing spondylitis (radang sendi punggung)
Sering juga dipakai untuk nyeri sedang lainnya sesuai resep dokter. 

💊 Cara Kerja

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang membuat prostaglandin, yaitu zat penyebab nyeri, demam dan peradangan di tubuh. 

💉 Aturan Pakai

  • Sediaan suppositoria biasanya dimasukkan melalui rektum (anus) sekali sehari, seringnya malam sebelum tidur, atau sesuai petunjuk dokter.

  • Karena termasuk obat keras, dosis dan cara pakai harus ditentukan dokter. 

⚠️ Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Penggunaan Profecom dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Gangguan saluran cerna (mual, nyeri perut, potensi tukak lambung)

  • Pusing, kantuk

  • Risiko gangguan hati atau ginjal

  • Retensi cairan dan natrium

  • Potensi gangguan darah (jarang tapi serius)
    Efek samping lain juga mungkin terjadi — konsultasikan ke dokter jika muncul gejala yang tidak biasa. 

🚫 Kontraindikasi & Peringatan

Tidak dianjurkan untuk orang yang:

  • Memiliki alergi terhadap ketoprofen atau NSAID lain

  • Gangguan ginjal/hati berat

  • Riwayat gangguan pencernaan aktif seperti tukak atau perdarahan

  • Wanita hamil terutama trimester akhir (dapat berdampak pada janin)

  • Sedang menggunakan obat-obat tertentu seperti antikoagulan tanpa pengawasan dokter 

📍 Interaksi Obat

Profecom dapat berinteraksi dengan:

  • Antikoagulan (mis. warfarin) → meningkatkan risiko perdarahan

  • Obat lain dari golongan NSAID → risiko gangguan pencernaan lebih tinggi

  • Diuretik atau obat tekanan darah tertentu → menurunkan efektivitas dan risiko gangguan ginjal 


👉 Catatan penting: karena Profecom termasuk obat keras, jangan membeli atau menggunakan tanpa resep dan pengawasan medis. Gunakan sesuai petunjuk dokter atau apoteker. 

Pengertian, kegunaan Serta Dosis Obat Profecom 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung (semoga bermanfaat), semoga anda mendapatkan informasi yang dicari serta bisa di gunakan sebagai referensi untuk kita semua, baik dalam kehidupan sehari-hari taupun dalam dunia pendidikan, semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua, serta meningkatkan kualitas kita dalam dunia pengetahuan, semoga bisa kembali lagi dalam mencari informasi, dan selalu dukung kami untuk lebih meningkatkan lagi serta kami dapat memperdalam ilmu agar kita bisa sama-sama memahami semua informasi.

PERINGATAN UNTUK SEMUA PEMBACA

Blog yang Kami buat dapat membuat kesalahan. Periksa info penting.