Raost adalah nama dagang ranitidin (Ranitidine HCl), obat penurun asam lambung golongan antagonis reseptor H2.
Kandungan
-
Ranitidine HCl
(dulu tersedia tablet/sirup/injeksi, tergantung merek & periode edar)
Kegunaan
-
Maag / gastritis
-
Tukak lambung & duodenum
-
GERD (refluks asam lambung)
-
Kondisi asam lambung berlebih
Cara kerja
-
Menghambat reseptor H2 di lambung → menurunkan produksi asam lambung
Dosis umum (saat masih digunakan)
-
Dewasa: 150 mg 2× sehari atau 300 mg 1× sehari
-
Anak: disesuaikan BB (sesuai anjuran dokter)
Efek samping
-
Sakit kepala, pusing
-
Gangguan saluran cerna (jarang)
⚠️ Catatan penting (status saat ini)
-
Ranitidin (termasuk merek Raost) di banyak negara sudah ditarik/dibatasi karena isu cemaran NDMA.
-
Saat ini, dokter biasanya mengganti dengan obat lain, seperti:
-
Famotidine (H2 blocker)
-
Omeprazole / Lansoprazole (PPI)
-
👉 Jadi, Raost = ranitidin, tetapi sudah jarang/tidak direkomendasikan dipakai sekarang.
Kalau mau, saya bisa bantu rekomendasi pengganti yang setara atau penjelasan pilihan obat maag sesuai gejala.
Pengertian, kegunaan Serta Dosis Obat Raost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih telah berkunjung (semoga bermanfaat), semoga anda mendapatkan informasi yang dicari serta bisa di gunakan sebagai referensi untuk kita semua, baik dalam kehidupan sehari-hari taupun dalam dunia pendidikan, semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua, serta meningkatkan kualitas kita dalam dunia pengetahuan, semoga bisa kembali lagi dalam mencari informasi, dan selalu dukung kami untuk lebih meningkatkan lagi serta kami dapat memperdalam ilmu agar kita bisa sama-sama memahami semua informasi.